Minggu, 15 Mei 2016

Tujuh Hotel Ini Bangun Sarang Lebah Madu di Atap


HolydShare - Kerusakan lingkungan yang terjadi di berbagai belahan dunia karena pembangunan membuat alam hijau harus digantikan keberadaannya dengan bangunan gedung bertingkat.
Rumah bagi hewan-hewan harus rela digantikan sebagai tempat tinggal manusia, termasuk para koloni lebah juga kehilangan tempat akibat ekspansi yang dilakukan manusia.

Dilansir Tribunkaltim.co melalui situs Assosiated Press, Sabtu (14/5/2016), sebagai bentuk peduli dan sadar mengenai rusaknya habitat lebah madu, terdapat tujuh hotel di San Francisco yang telah membangun sarang lebah madu di atas atap bangunan hotel.

Hal ini dilakukan untuk mencegah berkurangnya populasi lebah madu serta sebagai upaya berkelanjutan bagi hotel untuk bisa mendapatkan keuntungan dari madu yang dihasilkan oleh koloni lebah.Selain itu madu tersebut dapat digunakan pihak hotel sebagai makanan, campuran minuman dan perawatan spa.

Seperti Hotel Clift di San Francisco ini memiliki lebih dari 370 kamar bagi pengunjung.
Tetapi pada puncak gedung hotel terdapat sarang lebah yang telah dibangun untuk menampung sekitar 100.000 lebah madu.

"Ini bukan upaya untuk menghasilkan banyak keuntungan, hal ini dilakukan murni untuk meningkatkan kesadaran mengenai keberlanjutan alam," ujar Melissa Farrar, selaku juru bicara hotel Fairmont.

"Terdapat satu solusi yang ingin kami lakukan untuk berkontribusi pada alam, dan hal ini merupakan bagian dari upaya untuk membantu menjaga planet kita." Tambahnya
Farrar mengungkapkan, terdapat empat sarang yang dibangun pada bagian atas atap yang mampu menampung sekitar 250.000 lebah dan dapat menghasilkan sekitar 453 kg madu setiap tahunnya.
Membangun sarang lebah pada atap hotel bukanlah hal yang baru, namun upaya tersebut terus berkembang sepanjang tahun.

Pertama kali sarang lebah dibangun pada tahun 2008 lalu di sebuah hotel Vancouver di Toronto sebagai upaya untuk membantu memerangi keruntuhan populasi lebah.
Sejak saat itu, puluhan sarang telah dipasang di Fairlanes dari Seattle, Amerika Seikat, menyebar ke Tiongkok dan Afrika. (*)

Baca juga Dasyatnya Madu Murni Untuk Tubuh


Tidak ada komentar:

Posting Komentar